Los Angeles (KABARIN) - Perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat, SpaceX, mengonfirmasi adanya gangguan pada salah satu satelit Starlink saat berada di orbit. Insiden ini terjadi pada Minggu (29/3) dan menyebabkan hilangnya komunikasi sekaligus munculnya puing-puing di luar angkasa.
Satelit bernama Starlink 34343 dilaporkan kehilangan kontak saat berada di ketinggian sekitar 560 kilometer di atas Bumi. Informasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Starlink di platform X.
Meski terdengar serius, SpaceX memastikan bahwa kejadian ini tidak menimbulkan ancaman baru terhadap Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beserta awaknya, maupun terhadap misi Artemis II milik NASA yang akan datang.
Saat ini, SpaceX terus memantau kondisi satelit dan puing-puing yang masih bisa dilacak. Perusahaan juga bekerja sama dengan NASA dan Angkatan Antariksa Amerika Serikat untuk memastikan situasi tetap aman.
Selain itu, SpaceX menegaskan bahwa insiden ini tidak berdampak pada misi Transporter-16 yang diluncurkan sebelumnya pada Senin. Hal ini karena penempatan muatan misi tersebut berada jauh di atas atau di bawah orbit konstelasi Starlink, sehingga risiko tabrakan dapat dihindari.
Di sisi lain, perusahaan teknologi luar angkasa LeoLabs juga mendeteksi adanya fragmen yang berkaitan dengan satelit Starlink 34343. Temuan ini menunjukkan kemiripan dengan insiden sebelumnya yang melibatkan satelit Starlink 35956 pada 17 Desember 2025.
Menurut LeoLabs, kejadian seperti ini menegaskan pentingnya analisis cepat terhadap anomali di orbit. Tujuannya agar kondisi lingkungan luar angkasa bisa dipahami dengan lebih jelas dan potensi risiko bisa segera diantisipasi.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026